ketika,
mata tak lagi membaca
logika tak jua cerna
dan penat makin kentara
Aku,
di sini untukmu
Selalu.
14 Oktober 2007
Untukmu selalu
12 Oktober 2007
Kopi Pagi
Serupannya menyeruak asam
lidah menggeliat menyantap legitnya
mata terpesona kilau hitamnya
bibir kerap ramah pada kentalnya
Ketika pagi,
hadirmu menembah sempurna mentari
(sumber: manuskrip kala pagi)
Langganan:
Postingan (Atom)