21 September 2014

Maaf

maaf malam ini

untuk setiap perjalanan kita yang sederhana namun penuh kenangan

untuk kata manis yang selalu terungkap manakala hati mendapat melankolis

untuk kenyataan garis tipis nan kuat yang kokoh di antara kesadaran
menyentak hebat justru saat kita bersandaran

untuk tangisan lubang di dada yang terkoyak dan
untuk tatapan mata sebelum engkau menghilang dan aku beranjak pulang

lambaian tangan yang tak pernah kukira sedihnya

untuk kenyataan waktu yang tak bisa diulang agar aku mendapat lagi kesempatan
saat untuk kembali berjumpa, berkenalan, dan menyatakan hati yang terdalam

maaf,
untuk aku yang telah hadir untukmu
memberimu cerah mentari dan melukis pelangi
namun aku tak bisa menyelesaikannya

09 September 2014

Alice's



Kalau ada negeri di mana kita bisa bersua dengan gembira lapang

Bila nyata sebuah ruang di mana kita leluasa  bergandengan tangan

Saat-saat engkau rebah dan bercerita tentang kelam kehidupan dan terangnya harapan

Dan aku mendengarnya tanpa penghakiman,

Hanya mendengar, memeluk, lalu mengusap rambutmu seraya memberi kecupan



Andaikan ada itu ‘seumur hidup’

Menukar apa yang kita miliki demi masa lalu yang masih kuncup

Hingga tiada perlu kita menggantungkan impian pada bintang di atas, jauh nan redup

Melainkan menghidupi ‘belahan jiwa’ yang maknanya kerap membuat jantung berdegup



Adakah itu semua?

Mampukah kita bilamana itu benar nyata?



Dan kita di sini, berpelukan

Diam dalam nuansa kediaman
Hanya mendengar hatimu mengungkap kejujuran 
Isak tangis yang lamat dan eratnya rengkuhan tangan

Andaikan aku tidak ada, apakah engkau tetap ada?

Misalkan engkau tidak lagi bersama, tetap hadirkah rasa?

Kita percaya meski bertanya
Mungkin itu cinta
Disangsikan justru untuk melihat kemurniannya

Dan Alice's?
It's a matter of time...

24 Agustus 2014

Malam itu

bila teringat kita
aku tersenyum
memegang tanganmu di sepanjang jalan
mencuri pandang pada sinar mata yg berharap

di bawah sinar lampu temaram itu dunia adalah kita
dan kita adalah berdua
segenap pengalaman yg menghantar kesimpulan: belahan jiwa

menatap dirimu yang penuh senyuman
malam itu tak tergantikan